Sekedar Cerita, Untuk Mengenang Perjalanan Asa


Wednesday, 19 February 2014

Malam Itu



Malam itu, aku tersadar jika aku memang telah kalah. Ditaklukkan oleh kenyataan yang dari awal memang telah kulawan. Berjalan menelurusi jejak-jejak percakapan yang mulai disapu bersih oleh kekecewaan. Mengantarkan hampa sampai menusuk kedalam urat nadi yang paling dalam.

Semenjak goresan ini tercipta, seluruh dunia, pun sebenarnya telah tahu akan akhirnya. Aku selalu berharap bahwa kau dan aku adalah satu yang akhirnya bernama lengkap. Namun sang waktu akhirnya memberikan jawab, menertawakan keegoisanku yang memuncak memenuhi sesak.

Thursday, 13 February 2014

Aku Bukan Milikmu



Menjelang langit pudar menghitam, kita bersimpuh luruh bermandi peluh. Jauhnya jarak yang kita tempuh, pun seolah melepuh saat kau manja mengeluh. Malam itu begitu sempurna, purnama serta kejora seolah bertahta bagaikan raja dan permaisurinya diatas langit yang hitam berselimut malam.

Kala itu, yang ada hanyalah kita—berdua. Kau tahu ? Aku begitu lama menanti datangnya saat itu. Banyak cerita yang berada diujung lidah hingga membuatnya semakin kelu. Mengunggu. Menanti temu saat yang tepat untuk menuju pintu telinga lembutmu.