Sekedar Cerita, Untuk Mengenang Perjalanan Asa


Monday, 30 December 2013

Kenanglah




Dalam lembar pertama, kita masih enggan bertegur sapa. Perbincangan yang tercipta, pun tak lebih dari sekedarnya. Berawal dari rasa dan ingin yang sama, akhirnya kita dipertemukan oleh suatu dermaga, tempat hati merindu mencari suka.

Melalui tinta, aku coba mengenang cinta. Mengorek kenangan yang mulai terkikis lalai. Aku Merangkai kata hingga berujung makna, memulai kisah dari beribu masa silam, lalu tercipta kita menjadi pelaku utama.

Saturday, 28 December 2013

Sebuah Doa




Aku menikmati saat-saat kau tak acuhkan diriku. Membuat diriku semakin akrab dengan harap, tanpa perlu menanti datangnya jawab. Setiap rindu yang engkau hadirkan selalu tertuang dalam cerita, melahirkan berjuta makna, hingga akhirnya kurangkum dalam bentuk puisi sederhana.

 Malam baru saja berlalu. Meninggalkan sejuta pilu yang tak kunjung beradu temu. Aku mengutuk diriku yang tak berdaya mengucap kata-kata itu. Karena sejujurnya aku begitu takut jikalau aku harus kehilanganmu.

Friday, 20 December 2013

Bermula Darimu




















Pada mulanya sepi, tak terdengar pun kecuali sunyi. Rintik hujan mulai menghadirkan basah, menggoyangkan daun yang sedari awal sudah lemah. Dititik itulah kita bersua, memulai bincang yang akhirnya tak berujung petang.  Engkau laksana telaga makna, yang menghadirkan kata, membentuk frasa, dan akhirnya melahirkan kita dalam jalan cerita.

Tuesday, 17 December 2013

Mawar





Engkau berujar jikalau mawar ini sengaja kau beri, sebagai tanda ada ruang hati yang harus ku isi. Tak perlu waktu lama membuatku mengerti, karena itu adalah pemutus asa, pemutus rasa yang sedari dulu kunanti.

Tak bermaksud apa-apa, aku disini hanya membagi cerita. Mawar itu telah ku tanam di suatu lapang. Bukan di pekarangan, bukan pula di taman bunga. Melainkan di dalam hati.

Monday, 16 December 2013

Menanti Temu



Akan menyenangkan bila bisa merindu, sebab itu akan menghadirkan beribu makna —yang berpadu ketika bertemu. Tapi apakah ini layak disebut merindu ? ketika antara kau dan aku tak pernah terikat oleh perasaan yang menyatu, namun selalu menunggu dalam setiap detik sang waktu ?

Biarkan hati mengenal rindu, agar perjumpaan menjadi hal yang selalu ditunggu.

Wednesday, 11 December 2013

Pagi




Hadirmu selalu menyertakan ketenangan
Berjumpa denganmu  selalu menjadi harapan
Engkau hadir menggantikan malam gelap yang begitu panjang
Membawa berjuta harapan
Juga berjuta kenangan

Tuesday, 10 December 2013

Ke(tidak)pastian


Pengharapan..
Pengakuan..

Ke(tidak)pastian..

Kegelisahan..

Hal itu yg selalu menyertaiku—tentangmu


Namun..
Tak peduli seberapa lama

Tak peduli seberapa jauhnya

Satu hal yang pasti kutau

Bahwa….

Perasaan itu akan tetap sama

Akan tetap seperti itu selamanya

Sampai engkau sang pemberi makna—Cinta

Menyadari ada insan yang selalu mengharapkan

Ada insan yang menanti datangnya penjelasan

Hingga akhirnya menyambut segala perasaan..

 Dan..
Memutus segala pengharapan..

Sunday, 1 December 2013

Antara Prioritas Dan Komunitas





“Bro, hidup lo kalo di kampus kura-kura banget ya.. ?”

“Apaan tuh kura-kura ?”

“Kuliah rapat-kuliah rapat”
Hahaha.. Lo bisa aja sob…”
Sebagai mahasiswa, sudah sewajarnya apabila ketika di kampus aku disibukkan dengan berbagai tugas kuliah. Makalah, presentasi, review, dan tes kecil adalah salah satu dari sekian banyak bagian-bagian kecil yang menjadi “santapan” mahasiswa sehari-harinya. Status  mahasiswa yang (katanya) sebagai agent of change tentunya akan semakin memperparah (?) kondisi mahasiswa karena hal ini tentunya akan semakin memberatkan “beban” mereka