Sekedar Cerita, Untuk Mengenang Perjalanan Asa


Saturday, 23 November 2013

Kejujuran (?)





“Ciie.. Jadi tahun depan ceritanya mau lanjut lagi nih ?”
Itulah kira-kira kalimat yang kau ucapkan waktu itu.

“Kaya kamu ngga aja..”
Sahutku menimpali.

 “Tahun depan aku udah ngga disini lagi. Ini adalah tahun (pertama dan sekaligus) terakhir bagiku disini”

Friday, 22 November 2013

Segeralah Kembali




“Yang kubutuhkan sekarang hanyalah waktu untuk sendiri, jadi kuharap engkau dapat mengerti..”
 Kata-kata  itu begitu jelas terdengar ditelingaku. Sepenggal kalimat yang singkat, namun begitu mengusik suasana hati. Hingga akhirnya dengan berat hati akupun melangkahkan kaki. Meninggalkanmu sendiri, dan menuruti apa yang kau ucapkan.

Thursday, 21 November 2013

Itulah Jawabanku







Tampilan Kamu kok berantakan banget sih ? Kamu ga pernah ngaca ya ?...”
Itulah kalimat pertama yang terucap darimu di hari itu.

“Bukannya dari dulu tampilan ku emang kayak gini ya ..?
Sahutku menimpali..

“Ya udah deh, terserah Kamu..”
Begitulah kalimat terakhir yang kau ucapkan padaku saat itu. Lalu Engkau pun pergi seraya meninggalkanku.

Wednesday, 20 November 2013

Kau


Setiap harinya, begitu banyak momen-momen yang (kadang penting) namun secara tak sadar terlewatkan begitu saja. Satu hari terdiri dari 24 jam, atau 1440 menit, atau juga 86.400 detik. Dari sekian banyaknya jumlah waktu yang ku miliki setiap hari, terkadang aku lupa dan bahkan tidak jarang bingung bagaimana memanfaatkan jumlah waktu yang sebegitu banyak tersebut.