Dalam lembar pertama,
kita masih enggan bertegur sapa. Perbincangan yang tercipta, pun tak lebih dari
sekedarnya. Berawal dari rasa dan ingin yang sama, akhirnya kita dipertemukan
oleh suatu dermaga, tempat hati merindu mencari suka.
Melalui tinta, aku coba
mengenang cinta. Mengorek kenangan yang mulai terkikis lalai. Aku Merangkai
kata hingga berujung makna, memulai kisah dari beribu masa silam, lalu tercipta
kita menjadi pelaku utama.











