Sekedar Cerita, Untuk Mengenang Perjalanan Asa


Tuesday, 17 December 2013

Mawar





Engkau berujar jikalau mawar ini sengaja kau beri, sebagai tanda ada ruang hati yang harus ku isi. Tak perlu waktu lama membuatku mengerti, karena itu adalah pemutus asa, pemutus rasa yang sedari dulu kunanti.

Tak bermaksud apa-apa, aku disini hanya membagi cerita. Mawar itu telah ku tanam di suatu lapang. Bukan di pekarangan, bukan pula di taman bunga. Melainkan di dalam hati.


Ya.. Itulah tempat mawar itu kini bersemi.

Semakin hari mawar itu tumbuh subur didalam hati. Disirami oleh aliran darah yang tak pernah berhenti. Menebar wangi keseluruh sudut hati.

Tapi ada hal yang membuatku takut saat ini. Ada perasaan was-was disetiap aku melirik kedalam ruang hati. Mawar itu kini telah mulai menumbuhkan duri.

Ya.. Duri yang mulai menusuk dinding-dinding hati.

Aku memang tak lupa bahwa mawar adalah tumbuhan berduri, namun aku lupa jika mawar ini hanyalah bunga yang kau titipi.

Aku takut akan datang suatu hari. Timbul niatmu untuk mengambil mawar ini. Memetiknya dari pekarangan hati, seraya mencipta luka di dalam sanubari. Sebab ku tahu, setiap duri yang ada akan turut serta. Berpindah bersama mawar yang kau petik, hingga akhirnya menyisakan luka yang akupun tak tahu entah apa obatnya.

Aku sengaja membagi cerita ini, agar engkau tahu bahwa aku tak sanggup menahan luka yang bakal dicipta.

Aku hanya meminta, biarkan mawar ini tumbuh di hati untuk selamanya. Hingga akhirnya Tuhan— sang penciptanya memetik dan mengambilnya.

0 comments:

Post a Comment