Akan menyenangkan bila bisa merindu, sebab itu akan menghadirkan beribu makna —yang berpadu ketika bertemu. Tapi apakah ini layak disebut merindu ? ketika antara kau dan aku tak pernah terikat oleh perasaan yang menyatu, namun selalu menunggu dalam setiap detik sang waktu ?
Biarkan
hati mengenal rindu, agar perjumpaan menjadi hal yang selalu ditunggu.
Layaknya
mengharap hadirnya pelangi setelah gemuruh riuhnya hujan. Aku pun tak pernah jemu
menanti hadirnya dirimu. Meskipun tahu bahwa pelangi tak selalu hadir dikala
hujan mulai mereda, tapi aku tetap terjebak dalam perasaan yang akupun
sebenarnya tak tahu apa namanya—berharap, mungkin.
Engkau
selalu memberikan makna tersirat dalam setiap kata yang kau ucap, namun ketika
aku mulai mencoba melihat lebih dekat, engkau justru membuat sekat yang membuat
nurani semakin berharap.
Terkadang
aku memaki kejamnya waktu, yang menghadirkan rindu, namun tak jua menyertakan
temu. Wajahmu selalu hadir disetiap aku menatap langit yang biru. Hingga
akhirnya aku mengakui bahwa aku membutuhkanmu, dan tak mampu meniti jalan ini
sendiri—tanpa sertamu.

0 comments:
Post a Comment