Sekedar Cerita, Untuk Mengenang Perjalanan Asa


Monday, 16 December 2013

Menanti Temu



Akan menyenangkan bila bisa merindu, sebab itu akan menghadirkan beribu makna —yang berpadu ketika bertemu. Tapi apakah ini layak disebut merindu ? ketika antara kau dan aku tak pernah terikat oleh perasaan yang menyatu, namun selalu menunggu dalam setiap detik sang waktu ?

Biarkan hati mengenal rindu, agar perjumpaan menjadi hal yang selalu ditunggu.

Layaknya mengharap hadirnya pelangi setelah gemuruh riuhnya hujan. Aku pun tak pernah jemu menanti hadirnya dirimu. Meskipun tahu bahwa pelangi tak selalu hadir dikala hujan mulai mereda, tapi aku tetap terjebak dalam perasaan yang akupun sebenarnya tak tahu apa namanya—berharap, mungkin.

Engkau selalu memberikan makna tersirat dalam setiap kata yang kau ucap, namun ketika aku mulai mencoba melihat lebih dekat, engkau justru membuat sekat yang membuat nurani semakin berharap.

Terkadang aku memaki kejamnya waktu, yang menghadirkan rindu, namun tak jua menyertakan temu. Wajahmu selalu hadir disetiap aku menatap langit yang biru. Hingga akhirnya aku mengakui bahwa aku membutuhkanmu, dan tak mampu meniti jalan ini sendiri—tanpa sertamu.

0 comments:

Post a Comment