Sekedar Cerita, Untuk Mengenang Perjalanan Asa


Friday, 20 December 2013

Bermula Darimu




















Pada mulanya sepi, tak terdengar pun kecuali sunyi. Rintik hujan mulai menghadirkan basah, menggoyangkan daun yang sedari awal sudah lemah. Dititik itulah kita bersua, memulai bincang yang akhirnya tak berujung petang.  Engkau laksana telaga makna, yang menghadirkan kata, membentuk frasa, dan akhirnya melahirkan kita dalam jalan cerita.


Aku pernah mencintaimu. Merapatkan hati dipijar senja, membagi makna dan menabur asa. Dirimu bak seorang ,malaikat. Menghadirkan firdaus dalam hati yang hampa. Membuat nafas tak berhenti memuja. Kau dan aku, hanyalah dua insan pemalu. Yang menunggu namun tak tahu kapan akan bertemu. Apapun itu, aku tahu bahwa mulai ada rasa rindu disetiap aku mengingatmu. Rindu yang tercipta dari sebuah makna kehilangan. Tak berujung sampai jumpa menjelang.

Bermula jumpa hingga akhirnya bersemi rasa. Tak ada durja hingga sampai akhirnya jarak tercipta. Dari jarak kita mengenal rindu. Tapi siapa yang menghadirkan jarak ? Tak ada sesuatupun yang mampu menjawab.

Lewat sejuknya angin kusampaikan rindu, berharap rasa itu akhirnya tiba dipintu hatimu. Aku tak tahu apa yang akan kau perbuat dengan rasa rindu itu. Namun hati selalu mengharap agar engkau membuka pintu, sembari menyambutnya sampai ke titik temu. Dan aku tak pernah jemu menanti saat-saat itu.

Bermula darimu, aku mengenal indah. Berawal darimu, aku merapat kepada harap.

Ini bukanlah akhir dari sajak-sajakku. Akan banyak cerita yang menyusul timbul. Sampai akhirnya rindu menghilang ditelan jumpa. Kapan ? Entahlah.



0 comments:

Post a Comment