Dari sini, aku hanya mampu
menatap sendiri, sembunyi.
Menikmati senyum indahmu,
Menikmati caramu
mengabaikanku ditengah
keramaian, namun tak berhenti
bersirat melalui tatapan.
memandangmu dengan lepas
disaatku memegang piksel yang
terbatas :
ada sorot mata,
namun tak pernah berani
untuk saling menyapa ketika jumpa.
Dan kini, aku tahu,
bahwa untuk mendekatimu,
berarti akupun harus mendekati Tuhan.
disaatku memegang piksel yang
terbatas :
ada sorot mata,
namun tak pernah berani
untuk saling menyapa ketika jumpa.
Dan kini, aku tahu,
bahwa untuk mendekatimu,
berarti akupun harus mendekati Tuhan.

0 comments:
Post a Comment