Sekedar Cerita, Untuk Mengenang Perjalanan Asa


Thursday, 25 May 2017

Jatuh ?




Aku kembali mengikis kegelisahan —tentangmu— dengan cara menulis. 

Dalam keping pertama, aku akan memulai cerita kali ini bersebab dari selang sehari yang lalu. Mei ke dua puluh empat di tahun ini, lebih tepatnya. 

Ada kegelisahan yang meledak di sana. Ada keputusasaan yang mendesak, sesak dibawanya.

Ini tentangmu yang selalu mampu mengubah seluruh rencana. Ini tentangmu yang selalu bisa  membuatku merapalkan seluruh doa.

Dan aku, akan memulainya dengan satu pertanyaan sederhana ; Apa kau tahu jatuh itu apa  ?

Aku pernah bertanya pada ia yang dikecewakan. Ia menatapku tajam tanpa ucapan, lalu meninggalkanku tanpa tujuan. 

Jatuh, seperih itukah ?

Aku pernah bertanya pada ia yang ditinggalkan. Ia bungkam, bahkan menoleh pun enggan. 

Jatuh, semalang itukah ?

Aku pernah bertanya pada ia yang dicampakkan. Ia tak bergeming, dengan tatapan kosong tanpa tahu kepada siapa ia mencari pengganti sekaligus penyokong. 

Jatuh, serendah itukah ?

Lalu, aku mendengarmu pun merasa jatuh —menjatuhkan diri, lebih tepatnya. Membuat setiap inchi tubuhmu terasa begitu bahagia. Membuat dirimu merasa bahwa akhirnya engkau mampu  menuntaskan keinginan sekaligus mengutuhkan perasaan.

***

Jatuh, kau merasakannya dengan amat sangat berbeda. 

Lalu aku ? tetap saja akumulasi dari jawaban-jawaban jatuh yang tak kau rasakan dari semua yang ku ceritakan.

.

0 comments:

Post a Comment