Sekedar Cerita, Untuk Mengenang Perjalanan Asa


Wednesday, 27 June 2018

Aku Ingin Bercerita




Akan kuceritakan kepadamu tentang seseorang yang jatuh cinta. Tentang ia yang terus merangkai kata-kata indah lalu menjadikannya puisi-puisi romansa.

Tentang ia yang merasa paling bahagia. 


Merasa bila semesta begitu berpihak sepenuhnya. Rela berjalan perlahan di bawah derasnya hujan. Seakan-akan gigil yang terasa, terlihat sengaja diabaikan. Kau tahu alasannya ? sebab ia telah menemukan ruang teduh yang menanti dan memberikan kehangatan. Menghilangkan gigil yang menjalar di kala sekujur tubuh diterpa hujan―sekaligus kesepian sepanjang perjalanan.

Seumpama pengelana yang telah menempuh perjalanan jauh, ia telah merasa usai. Selesai. Menemukan alasan untuk tak perlu melangkah lanjut, menjadikan pertemuan itu satu-satunya tempat berpaut. Ia berjanji, untuk menjadikan perempuan yang ia temui sebagai satu-satunya tempat memberi seutuh-utuhnya hati.  

Dalam pertemuan itu pula, tak banyak tema yang menjadi topik bicara. Namun kau tahu ? di dalam kepalanya begitu ramai dan dipenuhi kata-kata. Ia menyimpannya untuk kelak dijadikan puisi dengan satu-satunya tema; perempuannya. Dengan jatuh cinta sebagai bahasa terbaik yang diajarkan oleh pertemuan mereka.

Terkadang, begitulah ajaibnya sebuah pertemuan. Melalui datangnya seseorang, kita selalu saja merasa kembali dibuat percaya bila semesta masih menyiapkan begitu banyak hal-hal yang menyenangkan.

***

Tak perlu kau bertanya cerita ini tentang siapa, sebab semua yang kusampaikan sebelumnya ialah rangkaian pertemuan kita di kali pertama.  

1 comment:

  1. Jahat yaaa , iyaaa
    Kakak yang jahat bahkan disaat terakhir pun kakak enggan untuk berbagi rasa,selalu merasa semuanya akan baik-baik saja nyatanya berakhir luka untuk semua .

    ReplyDelete