Akan kuceritakan kepadamu
tentang seseorang yang jatuh cinta. Tentang ia yang terus merangkai kata-kata
indah lalu menjadikannya puisi-puisi romansa.
Tentang ia yang merasa
paling bahagia.
Merasa bila semesta begitu
berpihak sepenuhnya. Rela berjalan perlahan di bawah derasnya hujan. Seakan-akan
gigil yang terasa, terlihat sengaja diabaikan. Kau tahu alasannya ? sebab ia telah
menemukan ruang teduh yang menanti dan memberikan kehangatan. Menghilangkan
gigil yang menjalar di kala sekujur tubuh diterpa hujan―sekaligus kesepian sepanjang
perjalanan.
Seumpama pengelana yang
telah menempuh perjalanan jauh, ia telah merasa usai. Selesai. Menemukan alasan
untuk tak perlu melangkah lanjut, menjadikan pertemuan itu satu-satunya tempat
berpaut. Ia berjanji, untuk menjadikan perempuan yang ia temui sebagai satu-satunya tempat
memberi seutuh-utuhnya hati.
Dalam pertemuan itu pula,
tak banyak tema yang menjadi topik bicara. Namun kau tahu ? di dalam kepalanya begitu
ramai dan dipenuhi kata-kata. Ia menyimpannya untuk kelak dijadikan puisi
dengan satu-satunya tema; perempuannya. Dengan jatuh cinta sebagai bahasa
terbaik yang diajarkan oleh pertemuan mereka.
Terkadang, begitulah
ajaibnya sebuah pertemuan. Melalui datangnya seseorang, kita selalu saja merasa
kembali dibuat percaya bila semesta masih menyiapkan begitu banyak hal-hal
yang menyenangkan.
***
Tak perlu kau bertanya cerita ini tentang siapa, sebab semua yang kusampaikan sebelumnya ialah rangkaian pertemuan kita
di kali pertama.

Jahat yaaa , iyaaa
ReplyDeleteKakak yang jahat bahkan disaat terakhir pun kakak enggan untuk berbagi rasa,selalu merasa semuanya akan baik-baik saja nyatanya berakhir luka untuk semua .