Sekedar Cerita, Untuk Mengenang Perjalanan Asa


Monday, 13 January 2014

Jalan



Aku tak pernah lupa bahwa hidup adalah pilihan. Namun dari sekian banyaknya kesempatan, aku tak pernah ingin menjadi jalan.

Jalan..

Setiap harinya aku akan bertemu denganmu. Membersamai dalam menuju tujuan akhirmu. Dalam setiap detiknya akupun melihatmu selalu menggebu, berharap agar segera sampai pada apa yang menjadi harapmu.

Kita memang akan beriringan. Saling menemani disepanjang kisah yang terbentang di depan. Saling mencari tentang apa yang bisa dimiliki sembari mendalami apa yang kita ingini.

Selalu menyenangkan saat menemanimu. Aku mampu melihat seluruh ekspresi wajah yang sedari dulu adalah lugu. Menggerutu tatkala terhenti saat melaju, tertawa lepas saat jalurnya tersedia hanya bagimu.

Hingga..

Bibir kecil kemudian menarik membentuk senyum. Bola matapun akhirnya bertemu kagum. Itulah yang pasti kulihat dari rautmu saat engkau tiba ditempat yang kau tuju. Langkah kakimu segera berayun, melangkah menuju bilik tempat engkau mencari mau.

Lalu..

Saat itulah aku harus berpisah denganmu. Sudah Tak ada alasan bagiku untuk bisa membuatmu tetap bersamaku. Karena aku memang hanyalah sebuah jalan, yang memandu dan membantumu mengantar ketujuan.

Dari kejauhan, aku hanya melihat tanpa bisa menggapai. Berharap bisa terwujud dalam setiap detak.Tapi itu hanyalah harap, yang pada akhirnya tergerus oleh arus ketidakberdayaan yang semakin kalap.

0 comments:

Post a Comment