Sekedar Cerita, Untuk Mengenang Perjalanan Asa


Friday, 24 January 2014

Padamu



Aku bersyukur kepada hujan. Padanya aku banyak menemukan keteduhan. Kehadirannya mampu menahanmu mengayun langkah. Hingga akhirnya menyempatkan kita mencipta kisah, yang perlahan membuatku mulai melupa pilu dimasa silam. Mencoba membangun harapan pada luas halaman yang kau bentangkan.

Padamu..
Aku menaruh impian. Berharap kisah kita mampu dicatat para dewa. Menjadi perbincangan para penghuni kahyangan. Agar tebincangkan oleh para insan di zaman kelak. Sampai kita abadi menjalan kisah di nirwana.

Padamu..
Ombak di lautan berdesir lembut. Mengantar rinduku ke dermaga hatimu. Menanti kau sambut dan kau peluk masuk ke bilik hatimu yang lama tersendu. Seperti yang kau tahu, aku bukan seorang pelaut ulung, yang mampu menantang badai dan memastikan kapal tak menghantam batu karang.

Padamu..
Gelisah dihatiku seolah menemu ajal. Engkau mampu menghadirkan kepastian yang lama dicari oleh nurani. Memutus kesepian yang dirasa seorang adam, tatkala sedari lama mengharap bertemu hawa.

Padamu..
Aku mulai berani menyambut janji. Menepiskan semua keraguan yang muncul saat aku mulai mencari pasti. Tak ada lagi kerisauan yang patut menjadi pertanyaan hati, tatkala engkau mulai membuka pintu untuk menyambut hari.

Aku sadar, sejauh apapun aku berlari. Akan tetap menuntutku kepada kisah ini. Sebab disini, dikisah ini, aku terlanjur menitip hati. (ama)

0 comments:

Post a Comment