Sekedar Cerita, Untuk Mengenang Perjalanan Asa


Wednesday, 4 June 2014

Kau Tahu ?


Kau tahu rasanya punya kuasa untuk bicara namun tiada mampu untuk mengucap kata ? tataplah mataku selama kau bisa. Takperlu engkau menyertakan senyum manis dari bibirmu yang tipis itu untuk turut serta, sebab bahkan tanpa itupun, aku telah takluk tiada daya.

Kau tahu makna dari kata “Diam” ? Memendam rasa, namun hanya bisa mengutarakannya pada langit dikala senja. Itulah yang kurasa dikala waktu menciptakan jumpa — Antara kita.
Pertemuan kita memang bukan layaknya sebuah sandiwara. Bukan disebuah perpustakaan kemudian kita saling bertabrakan. Perjumpaan kita, pun takseperti dalam kisah romansa, yang dipertemukan oleh taman bunga, dan aku menjumpaimu sedang duduk tanpa teman bicara.
Kita dipertemukan oleh waktu. Dalam masa-masa yang takmungkin kita tahan dan akan terus berlalu. Yang membuat kita saling bertegur sapa tanpa disertai kata, yang digantikan oleh rasa, sebab menyapamu melalui kata-kata hanya akan membuatku kaku tanpa rupa.
Kau tahu, menatap bola matamu sudah lebih dari cukup membuatku gagu.
Kau tahu, berada didekatmu sudah lebih dari cukup membuatku lupa akan perjalanan yang dihadirkan oleh sang waktu.
Bagiku, sembunyi dalam sunyi adalah pilihan terbaik untuk mengelola isi hati. Mengungkapkannya melalui puisi, yang kuakhiri dengan doa dikala malam semakin kencang berlari menjemput sunyi.
 

0 comments:

Post a Comment