Sekedar Cerita, Untuk Mengenang Perjalanan Asa


Sunday, 30 March 2014

Awalnya Jumpa





Awalnya jumpa, lalu tercipta suatu ceri(t)a. Menjadi jejak, penuntun para pengelana dikala terlalu lama mengembara.  Menggurat cerita diujung senja, namun akhirnya tiada seiring malam bertahta.

Barangkali terlalu hipokrit jika aku mengatakan tak tergoyah oleh kata “pisah”. Tetap berjalan dalam kepura-puraan, seolah mampu seutuhnya melepas seluruh kenangan. Namun sejatinya, aku hanya mampu duduk termangu, merawat luka yang tanpa disangka disebab rupanya jumpa.

Kita memang selalu dipertemukan waktu, bahkan tak jarang saling bertatap —sekalipun itu kaku. Tapi tiada lagi kerelaan seperti dulu, yang selalu kita pegang disaat berjalan beriringan. “Dulu”. Kata itu yang akhirnya mampu melahirkan tentang suatu yang lalu bernama kenangan

Entahlah bagaimana cara Tuhan menakdirkan kisah perjalanan seseorang. Tapi dari perjumpaan ini akan suatu aku paham, bahwa padamu tak mungkin aku mengatakan “pulang”. Dikala lelah aku berjalan, disaat letih lantaran bosan menjalani kehidupan. Karena senyummupun bahkan takmampu untuk sekedar kugenggam.

Aku masih terpenjara dalam kenangan, yang ternyata sesak oleh ketiadaan. Merindukan tawa yang dulu menjadi penawar duka, sembari berharap waktu memberikan sedikit kepekaannya.

Rindu.

Satu kata itu yang masih kurawat, bahkan dalam setiap mimpiku.

0 comments:

Post a Comment